Free Banana Cursors at www.totallyfreecursors.com
ReadAgain: HUBUNGAN MANUSIA DAN POTENSINYA

Jumat, 09 Maret 2012

HUBUNGAN MANUSIA DAN POTENSINYA


NAMA  :  MARLINDA DWI CAHYA
KELAS : 1IA03
NPM : 54411318
ILMU INFORMATIKA
TEKNIK INDUSTRI





UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR


       Pujisyukursayapanjatkankehadirat Tuhan Yang MahaEsa,  karenaatasberkatrahmat-NyasayadapatmenyusunmakalahIlmu Sosial Dasar yang berjudul “ HUBUNGAN MANUSIA DALAM POTENSI DIRINYA”.
       Makalahinidibuatdalamrangkameningkatkanpembelajaran mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (softskill). Pemahaman tentang manusia dan hal – hal yang berkaitan dengannya sangatdiperlukan, dengan suatutujuan agar beberapa masAlah dapat diselesaikan dan dihindari, sekaligus memperdalam wawasan bagi kita semua.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andi Tenrisukki Tenriajeng selaku Dosen Ilmu Sosial Dasar, Universitas Gunadarma. Serta saya mengucapkan terima kasih kepada sumber-sumber makalah yang telah saya buat.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk para pembaca. Terima kasih atas perhatian nya dan jika ada kesalahan kata maupun tulisan saya mohon maaf.








1



KATA PENGANTAR
.................................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI
................................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ......................................................................................................... 3
1.2  Tujuan ................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
2.2 Isi .......................................................................................................................... 5
   a) Potensi Akal ........................................................................................................... 6
   b) Potensi Rohani ...................................................................................................... 6
   c) Pengertian Potensi Diri ........................................................................................... 7
   d) Potensi Diri Fisik ..................................................................................................... 7
   e) Potensi Diri Spikis ...................................................................................................9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan  .......................................................................................................... 10
 DAFTAR PUSTAKA
 ..................................................................................................................................11





2


1.1            Latar Belakang
Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan..Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaan Tuhan lainnya karena dibekali berbagai macam potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Namun terkadang, kita tidak sadar bahkan tidak tahu sama sekali apa potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi seadanya, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar. Kita menjalani rutinitas hidup apa adanya tanpa ada kekuatan untuk menjadikan hidup kita lebih baik.
Jika kita mau merenung, sebenarnya ketika kita diciptakan, Tuhan pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Maka dari itulah Tuhan membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fisik), ruhani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.
Ketiga potensi tersebut saling menunjang dan melengkapi, tetapi dari ketiga komponen itu, potensi spiritual dan akal memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam kehidupan, sebab dari kedua potensi itulah manusia akan tahu kemana akan melangkah, apa yang diinginkan, dan apa yang harus dilakukan.
3


 Potensi fisik hanya menunjang kedua potensi tersebut agar lebih sempurna, walau peranannya juga tidak bisa disepelekan.

Banyak orang yang mengeluh ketika dikaruniai fisik yang kurang sempurna. Mereka merasa seakan-akan hidupnya tidak berguna. Akhirnya mereka menjadi orang-orang yang berputus asa dan menjadi beban bagi orang lain. Mereka melupakan potensi akal dan spiritual yang dikaruniakan Tuhan. Dalam sejarah kehidupan manusia, ada banyak orang-orang yang luar biasa, mereka dikaruniai keterbatasan fisik, tetapi justru dengan itulah mereka dapat menghasilkan prestasi yang mengagumkan. Mereka menjadikan keterbatasan mereka sebagai motivasi untuk meraih prestasi tinggi.
Apapun adanya diri kita sekarang, selama kita masih mempunyai impian yang kuat, semangat membara, dan kebiasaan bertindak, dan ketekunan, kita pasti akan memperoleh apa yang kita inginkan.











4

1.1            Tujuan
·         Mempelajari  manusia dan potensinya
·         Memahami pengertian Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial
·         Mengetahui interaksi sosial dan sosialisasi
·         Mengetahui masyarakat dan komunitasnya





















5

2.1 Isi
Ketika  lahir ke dunia, manusia memiliki tiga potensi. Yaitu potensi rohani, akal dan jasmani. Adapun munculnya manusia-manusia yang menjadi subjek eksploitasi, adalah karena tidak seimbangnya “kesehatan” tiga potensi tersebut. Manusia memiliki 3 potensi di dalam dirinya, yakni potensi akal, jasmani, dan rohani.
Ø  Potensi Akal
Manusia di berikan akal oleh Sang Maha Pencipta, agar manusia dapat berpikir dan dapat membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Allah SWT. juga menciptakan berbagai kebutuhan untuk manusia agar manusia dapat memanfaatkan dan mempelajarinya, tapi jangan lah lupa agar selalu bersyukur kepada-Nya.
Ø  Potensi Jasmani
Manusia diciptakan oleh Allah SWT. dengan penuh kesempurnaan fisik dan jasmani. Namun, banyak manusia yang terlahir dengan fisik tidak sempurna, namun itu bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada mereka, tapi itu karena Tuhan telah mengangkat derajat mereka. Jasmani manusia di manfaatkan untuk berkerja sehari-hari, seperti berjalan, berlari, memukul, dan sebagainya. Itu semua merupakan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia di berikan Fisik dan Jasmani yang sempurna agar manusia dapat melakukan aktivitas dengan penuh semangat dan bertenaga. Namun, banyak manusia yang memanfaatkan fisik dan jasmaninya dengan tidak baik atau untuk hal-hal yang negatif, sebagai contoh untuk mencuri, manusia memanfaatkan tangannya untuk mencuri, sedangkan mencuri merupakan hal yang tidak di sukai oleh Allah SWT.
Ø  Potensi Rohani
Rohani merupakan Roh, kolbu atau hati yang tidak dapat di lihat, namun dapat kita rasakan. Manusia disebut sebagai makhluk rohani karena manusia memiliki perasaan dan jiwa yang sehat.
6

 Akan tetapi, terdapat manusia yang memiliki rohani yang kotor, yakni manusia yang tidak dapat mengontrol hawa nafsunya untuk berbuat sesukanya. Rohani manusia yang kotor akan mengotori semua jiwa manusia, dan akan terbentuk penyakit hati yang tidak di sukai oleh Nabi Muhammad Saw.
Untuk itu kita sebagai manusia yang terlahir suci dan bersih, alangkah baiknya kita mempertahankan agar Rohani kita tetap terjaga dari kekotoran agar tidak mendapat murka dari Allah SWT.
A.    Pengertian potensi diri.
Setiap individu memiliki potensi diri,dan tentu berbeda setiap apa yang dimiliki antara satu orang dengan oarang lain. Potensi diri dibedaan menjadi dua bentuk yaitu potensi fisik dan potensi mental atau psikis
Potdensi fisik yang dimaksud dalam kesempatan kali ini adalah menyangkut dengan kesdaan dan kesehatan tubuh ,wajah, dan ketahanan tubuh,sedangkan potensi psikis berhubungan dengan IQ(Intelegensi Quotient),EQ ( Emotional Quotient), AQ ( Addversity quotient) dan SQ ( Spiritual Quotient ).
Potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental yang dimiliki seseorang dan empunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik ( Habsari 2004:2 ),sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,prilaku dan psikologis yang dimiliki.
Kekhasan potensi diri yang dimiliki oleh seseorang berpengaruh besar pada pembentukan pemahaman diri dan konsep diri. Ini juga terkait erat dengan prestasi yang hendak diraih didalam hidupnya kelak. Kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dalam konstek potensi diri adalah jika terolah dengan baik akan memperkembangkan baik secara fisik maaupun mental. Aspek diri yang dimiliki seseorang yang patut untuk diperkembangkan antara lain:
a.       Diri fisik :meliputi tubuh dan anggotanya besrta prosesnya.
7

b.Proses diri: merupakanalur atau arus pikiran,emosi dan tingkah alku yang
konstan.

c.Diri sosial : adalah bentuk fikiran dan perilaku yang diadopsi saat merespon orang lain dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.
d.Konsep diri: adalah gambaran mental atau keseluruhan pandangan seseorang tentang dirinya.
B. Potensi diri fisik
Potensi diri fisik adalah kemampuan yang dimiliki seseorang yang dapat dikembangkan dan dditingkatkan apabila dilatih dengan baik.Kemampuan yang terlatih ini akan menjadi suatu kecakapan, keahlian, dan ketrampilan dalam bidang tertentu.Potensi diri fisik akan semakin berkembang bila secata intens dilatih dan dipelihara.
C. Potensi diri psikis
Potensi diri psikis aaadalah bentuk kekuatan diri secara kejiwaan yang dimiliki seseorang dan memungkinkan untuk ditingkatkan dan dikembangkan apabila dipelajari daan dilatih dengan baik. Bentuk potensi diri psikis yang dimiliki setiap orrang adalah:
  1. 1. Intelegent Quotient ( IQ )
Kecerdasan intelektual adalah bentuk kemampuan individu untuk berfikir,mengolah dan berrusaha untuk menguasai untuk lingkungannya secara maksimal secara terarah.Menurut Laurel Schmidt dalam bukunya Jalan pintas menjadi 7 kali lebih cerdas ( Dalam Habsari 2004 : 3) membagi kecerdasan dalam tujuh macam, antara laian adalah sebagai berikut:
a)      Kecerdasan fisual / spesial ( kecerdasan gambar) : profesi yang cocok untuk tipe keceerdasan ini antra lain arsitak, seniman, designer mobil, insinyaur,designer graffis, komp[uterr, kartunis,perancang intrior dan ahli fotografi.
8

b) Kecerdasan veerbal / linguistik ( kecerdasan Berbicara): Profesi yang cocok baagi mereka yang memiliki kecerdasan ini antara lain: pengarang atau menulis,guru.penyiar radio,peeemandu acara ,presenter, pengacara, penterjemah,pelawak.
c) Kecerdasan musik: Profesi yang cocok bagi yang memiliki ini adalah
peenggubah lagu, pemusik, penyaanyi, disc jokey, guru seni suara, kritikus musik, ahli terapi musik, audio mixier( pemandu suara dan bunyi).
d) Kecerdasan logis / matematis ( Kecerdasan angka); Profesi yang cocol bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah ahli metematika ,ahli astronomi,ahli pikir, ahli forensik, ahli tata kota , penaksir kerugian asuransi,pialang saham, analis sistem komputer,ahli gempa.
e) Kecerdasan interpersonal ( cerdas diri ).Profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah ulama,pendeta,guru,pedagang , resepsionis ,pekerja sosial,pekerja panti asuhan, perantara dagang,pengacara, manajer konvensi, ahli melobi, manajer sumber daya manusia.
f) Kecerdasan intrapersonal ( ceeerdas bergaul ): profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah peeliti, ahli kearsipan, ahli agama, ahli budaya, ahli purbakala, ahli etika kedokteran .
2.      Emosi Quottient ( EQ ) atau kecerdasan emosi.
Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengenali ,
mengendalikan, dan menata perasaan sendiri dan orang lain secara mendalam sehingga kehadirannya menyenangkan dan didambakan oleh oaraang lain.Daniel Goleman didalam buku kecerdasan emosi memberi tujuh kerangka keja kecakapan ini.
3.Adversity quotient ( AQ) Atau kecerdasan dalam menghdapi kesulitan.
Adalah benruk kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan dala menghadapi kesulitan – kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. Paul G Stoltz dalam Adversity Quotient membedakan tiga tingkatan AQ dalam masyarakat:
a).Tinakat quitrers ( orang yang berhnti). Quiters adalah orang yang paling lemah AQ nya. Ketika ia menghadapi berbagai kesulitan hidup ,ia berhenti dan langsung menyerah.
b). Tingkat Campers ( Orang yang berkemah ). Campers adalah orang yang memiliki AQ sedang.Ia puas dan cukup atas apa yang telah dicapai dan enggan untuk maju lagi.
c).Tingkat Climbers ( orang yang mendaki ). Climbers adalah orang yang memilikiAQ tinggi dengan kemampuan dan kecerdasan yang tinggi untuk dapat bertahan menghadpi kesulitan-kesulitan dan mapu mengatasi tantangan hidup.
9

3.1Kesimpulan
Dalam hal ini, ketiga potensi manusia yaitu, jasmani, rohani, dan akal sangatlah besar. Dimana kaetika salah satu tidak sejalan maka akan ada ketimpangan atau bencana yang akan terjadi.
Sebagai contoh ketika kita membuat suatu alat berteknologi tinggi. Kita sangatlah membutuhkan ketiga potensi tersebut. Jasmani kita butuhkan untuk mengopersikan pembuatan alat tersebut tetapi apabila tidak ada rohani dan akal maka hanya alat yang akan tak ernah tercipta sesuai dengan yang di harapkan bahkan tidak pernah terwujud.
Ketika kita membuat alat hanya dengan rohani maka niscaya hanya kekuatan aura yang ada tetapi tidak pernah juga terjwujud.
Ketika kita mebuat alat hanya dengan akal tanpa ada 2 faktor lainnya maka hanya keinginan dan angan-angan yang tercipta.
Maka dari itu, betapa dasyatnya ketika kita menggali ketiga potensi kita. Dimana dunia akan damai dan tentram. Maha Besar Allah yang telah emberikan ketiga potensi kita ini.









10

DAFTAR PUSTAKA















11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar