NAMA
: MARLINDA DWI CAHYA
KELAS : 1IA03
NPM : 54411318
ILMU INFORMATIKA
TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Pujisyukursayapanjatkankehadirat Tuhan Yang
MahaEsa, karenaatasberkatrahmat-NyasayadapatmenyusunmakalahIlmu Sosial Dasar yang berjudul “ HUBUNGAN MANUSIA
DALAM POTENSI DIRINYA”.
Makalahinidibuatdalamrangkameningkatkanpembelajaran mata kuliah
Ilmu Sosial Dasar (softskill). Pemahaman tentang manusia dan hal
– hal yang berkaitan dengannya sangatdiperlukan, dengan suatutujuan agar beberapa masAlah dapat
diselesaikan dan dihindari, sekaligus memperdalam wawasan bagi kita semua.
Saya juga mengucapkan
terima kasih kepada Bapak Andi Tenrisukki Tenriajeng selaku Dosen Ilmu Sosial
Dasar, Universitas Gunadarma. Serta saya mengucapkan terima kasih kepada
sumber-sumber makalah yang telah saya buat.
Semoga makalah ini dapat
bermanfaat untuk para pembaca. Terima kasih atas perhatian nya dan jika ada
kesalahan kata maupun tulisan saya mohon maaf.
1
KATA
PENGANTAR
....................................................................................................................................
1
DAFTAR
ISI
.................................................................................................................................
2
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
.........................................................................................................
3
1.2 Tujuan
...................................................................................................................
4
BAB
II PEMBAHASAN
2.2
Isi
..........................................................................................................................
5
a) Potensi Akal
...........................................................................................................
6
b) Potensi Rohani
......................................................................................................
6
c) Pengertian Potensi Diri
...........................................................................................
7
d) Potensi Diri Fisik
.....................................................................................................
7
e) Potensi Diri Spikis
...................................................................................................9
BAB
III PENUTUP
3.1
Kesimpulan ..........................................................................................................
10
DAFTAR PUSTAKA
..................................................................................................................................11
2
1.1
Latar Belakang
Secara
biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa
Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan
menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam
hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup dalam mitos, mereka
juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan,
mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam
masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan
kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain
serta pertolongan..Manusia diciptakan
sebagai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaan Tuhan
lainnya karena dibekali berbagai macam potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk
lain. Namun terkadang, kita tidak sadar bahkan tidak tahu sama sekali apa
potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi
seadanya, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar. Kita menjalani
rutinitas hidup apa adanya tanpa ada kekuatan untuk menjadikan hidup kita lebih
baik.
Jika kita mau
merenung, sebenarnya ketika kita diciptakan, Tuhan pasti tidak akan membiarkan
hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Maka dari itulah Tuhan
membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi itu
meliputi: potensi jasmani (fisik), ruhani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga
potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan
memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan
takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang
melekat dalam dirinya.
Ketiga potensi
tersebut saling menunjang dan melengkapi, tetapi dari ketiga komponen itu,
potensi spiritual dan akal memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan
seseorang dalam kehidupan, sebab dari kedua potensi itulah manusia akan tahu
kemana akan melangkah, apa yang diinginkan, dan apa yang harus dilakukan.
3
Potensi fisik hanya menunjang kedua potensi
tersebut agar lebih sempurna, walau peranannya juga tidak bisa disepelekan.
Banyak orang
yang mengeluh ketika dikaruniai fisik yang kurang sempurna. Mereka merasa
seakan-akan hidupnya tidak berguna. Akhirnya mereka menjadi orang-orang yang
berputus asa dan menjadi beban bagi orang lain. Mereka melupakan potensi akal
dan spiritual yang dikaruniakan Tuhan. Dalam sejarah kehidupan manusia, ada
banyak orang-orang yang luar biasa, mereka dikaruniai keterbatasan fisik,
tetapi justru dengan itulah mereka dapat menghasilkan prestasi yang
mengagumkan. Mereka menjadikan keterbatasan mereka sebagai motivasi untuk
meraih prestasi tinggi.
Apapun adanya
diri kita sekarang, selama kita masih mempunyai impian yang kuat, semangat
membara, dan kebiasaan bertindak, dan ketekunan, kita pasti akan memperoleh apa
yang kita inginkan.
4
1.1
Tujuan
·
Mempelajari manusia dan potensinya
· Memahami pengertian Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial
· Mengetahui
interaksi sosial dan sosialisasi
· Mengetahui
masyarakat dan komunitasnya
5
2.1 Isi
Ketika lahir ke dunia, manusia memiliki tiga
potensi. Yaitu potensi rohani, akal dan jasmani. Adapun munculnya
manusia-manusia yang menjadi subjek eksploitasi, adalah karena tidak
seimbangnya “kesehatan” tiga potensi tersebut. Manusia memiliki 3 potensi di
dalam dirinya, yakni potensi akal, jasmani, dan rohani.
Ø Potensi
Akal
Manusia di berikan akal oleh
Sang Maha Pencipta, agar manusia dapat berpikir dan dapat membedakan mana yang
hak dan mana yang bathil. Allah SWT. juga menciptakan berbagai kebutuhan untuk
manusia agar manusia dapat memanfaatkan dan mempelajarinya, tapi jangan lah
lupa agar selalu bersyukur kepada-Nya.
Ø Potensi
Jasmani
Manusia diciptakan oleh Allah
SWT. dengan penuh kesempurnaan fisik dan jasmani. Namun, banyak manusia yang terlahir
dengan fisik tidak sempurna, namun itu bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada
mereka, tapi itu karena Tuhan telah mengangkat derajat mereka. Jasmani manusia
di manfaatkan untuk berkerja sehari-hari, seperti berjalan, berlari, memukul,
dan sebagainya. Itu semua merupakan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia di berikan Fisik dan
Jasmani yang sempurna agar manusia dapat melakukan aktivitas dengan penuh
semangat dan bertenaga. Namun, banyak manusia yang memanfaatkan fisik dan
jasmaninya dengan tidak baik atau untuk hal-hal yang negatif, sebagai contoh
untuk mencuri, manusia memanfaatkan tangannya untuk mencuri, sedangkan mencuri
merupakan hal yang tidak di sukai oleh Allah SWT.
Ø Potensi
Rohani
Rohani merupakan Roh, kolbu atau
hati yang tidak dapat di lihat, namun dapat kita rasakan. Manusia disebut
sebagai makhluk rohani karena manusia memiliki perasaan dan jiwa yang sehat.
6
Akan tetapi, terdapat manusia yang memiliki
rohani yang kotor, yakni manusia yang tidak dapat mengontrol hawa nafsunya
untuk berbuat sesukanya. Rohani manusia yang kotor akan mengotori semua jiwa
manusia, dan akan terbentuk penyakit hati yang tidak di sukai oleh Nabi
Muhammad Saw.
Untuk itu kita sebagai manusia
yang terlahir suci dan bersih, alangkah baiknya kita mempertahankan agar Rohani
kita tetap terjaga dari kekotoran agar tidak mendapat murka dari Allah SWT.
A. Pengertian
potensi diri.
Setiap individu memiliki potensi
diri,dan tentu berbeda setiap apa yang dimiliki antara satu orang dengan oarang
lain. Potensi diri dibedaan menjadi dua bentuk yaitu potensi fisik dan
potensi mental atau psikis
Potdensi fisik yang dimaksud
dalam kesempatan kali ini adalah menyangkut dengan kesdaan dan kesehatan tubuh
,wajah, dan ketahanan tubuh,sedangkan potensi psikis berhubungan dengan
IQ(Intelegensi Quotient),EQ ( Emotional Quotient), AQ ( Addversity quotient)
dan SQ ( Spiritual Quotient ).
Potensi diri adalah kemampuan
dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental yang
dimiliki seseorang dan empunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan
ditunjang dengan sarana yang baik ( Habsari 2004:2 ),sedangkan diri adalah
seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,prilaku dan psikologis yang
dimiliki.
Kekhasan potensi diri yang
dimiliki oleh seseorang berpengaruh besar pada pembentukan pemahaman diri dan
konsep diri. Ini juga terkait erat dengan prestasi yang hendak diraih didalam
hidupnya kelak. Kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dalam konstek potensi
diri adalah jika terolah dengan baik akan memperkembangkan baik secara fisik
maaupun mental. Aspek diri yang dimiliki seseorang yang patut untuk
diperkembangkan antara lain:
a. Diri
fisik :meliputi tubuh dan anggotanya besrta prosesnya.
7
b.Proses diri:
merupakanalur atau arus pikiran,emosi dan tingkah alku yang
konstan.
c.Diri sosial :
adalah bentuk fikiran dan perilaku yang diadopsi saat merespon orang lain dan
masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.
d.Konsep diri:
adalah gambaran mental atau keseluruhan pandangan seseorang tentang dirinya.
B. Potensi diri fisik
Potensi diri fisik adalah
kemampuan yang dimiliki seseorang yang dapat dikembangkan dan dditingkatkan
apabila dilatih dengan baik.Kemampuan yang terlatih ini akan menjadi suatu
kecakapan, keahlian, dan ketrampilan dalam bidang tertentu.Potensi diri fisik
akan semakin berkembang bila secata intens dilatih dan dipelihara.
C. Potensi diri psikis
Potensi diri psikis aaadalah
bentuk kekuatan diri secara kejiwaan yang dimiliki seseorang dan memungkinkan
untuk ditingkatkan dan dikembangkan apabila dipelajari daan dilatih dengan
baik. Bentuk potensi diri psikis yang dimiliki setiap orrang adalah:
- 1. Intelegent Quotient ( IQ )
Kecerdasan
intelektual adalah bentuk kemampuan individu untuk berfikir,mengolah dan
berrusaha untuk menguasai untuk lingkungannya secara maksimal secara
terarah.Menurut Laurel Schmidt dalam bukunya Jalan pintas menjadi 7 kali lebih
cerdas ( Dalam Habsari 2004 : 3) membagi kecerdasan dalam tujuh macam, antara
laian adalah sebagai berikut:
a) Kecerdasan fisual / spesial ( kecerdasan gambar) :
profesi yang cocok untuk tipe keceerdasan ini antra lain arsitak, seniman,
designer mobil, insinyaur,designer graffis, komp[uterr, kartunis,perancang
intrior dan ahli fotografi.
8
b) Kecerdasan
veerbal / linguistik ( kecerdasan Berbicara): Profesi yang cocok baagi mereka
yang memiliki kecerdasan ini antara lain: pengarang atau menulis,guru.penyiar
radio,peeemandu acara ,presenter, pengacara, penterjemah,pelawak.
c) Kecerdasan
musik: Profesi yang cocok bagi yang memiliki ini adalah
peenggubah
lagu, pemusik, penyaanyi, disc jokey, guru seni suara, kritikus musik, ahli
terapi musik, audio mixier( pemandu suara dan bunyi).
d) Kecerdasan
logis / matematis ( Kecerdasan angka); Profesi yang cocol bagi mereka yang
memiliki kecerdasan ini adalah ahli metematika ,ahli astronomi,ahli pikir, ahli
forensik, ahli tata kota , penaksir kerugian asuransi,pialang saham, analis
sistem komputer,ahli gempa.
e) Kecerdasan
interpersonal ( cerdas diri ).Profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki
kecerdasan ini adalah ulama,pendeta,guru,pedagang , resepsionis ,pekerja
sosial,pekerja panti asuhan, perantara dagang,pengacara, manajer konvensi, ahli
melobi, manajer sumber daya manusia.
f) Kecerdasan
intrapersonal ( ceeerdas bergaul ): profesi yang cocok bagi mereka yang
memiliki kecerdasan ini adalah peeliti, ahli kearsipan, ahli agama, ahli
budaya, ahli purbakala, ahli etika kedokteran .
2. Emosi Quottient ( EQ ) atau kecerdasan emosi.
Kecerdasan
emosi adalah kemampuan untuk mengenali ,
mengendalikan, dan menata perasaan sendiri dan orang lain secara mendalam
sehingga kehadirannya menyenangkan dan didambakan oleh oaraang lain.Daniel
Goleman didalam buku kecerdasan emosi memberi tujuh kerangka keja
kecakapan ini.3.Adversity quotient ( AQ) Atau kecerdasan dalam menghdapi kesulitan.
Adalah
benruk kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan dala menghadapi kesulitan –
kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. Paul G Stoltz dalam Adversity
Quotient membedakan tiga tingkatan AQ dalam masyarakat:
a).Tinakat
quitrers ( orang yang berhnti). Quiters adalah orang yang paling lemah AQ nya.
Ketika ia menghadapi berbagai kesulitan hidup ,ia berhenti dan langsung
menyerah.
b). Tingkat
Campers ( Orang yang berkemah ). Campers adalah orang yang memiliki AQ
sedang.Ia puas dan cukup atas apa yang telah dicapai dan enggan untuk maju
lagi.
c).Tingkat
Climbers ( orang yang mendaki ). Climbers adalah orang yang memilikiAQ tinggi
dengan kemampuan dan kecerdasan yang tinggi untuk dapat bertahan menghadpi
kesulitan-kesulitan dan mapu mengatasi tantangan hidup.
9
3.1Kesimpulan
Dalam hal ini, ketiga potensi manusia yaitu, jasmani, rohani, dan akal sangatlah besar. Dimana kaetika salah satu tidak sejalan maka akan ada ketimpangan atau bencana yang akan terjadi.
Sebagai contoh ketika kita membuat suatu alat berteknologi tinggi. Kita sangatlah membutuhkan ketiga potensi tersebut. Jasmani kita butuhkan untuk mengopersikan pembuatan alat tersebut tetapi apabila tidak ada rohani dan akal maka hanya alat yang akan tak ernah tercipta sesuai dengan yang di harapkan bahkan tidak pernah terwujud.
Ketika kita membuat alat hanya dengan rohani maka niscaya hanya kekuatan aura yang ada tetapi tidak pernah juga terjwujud.
Ketika kita mebuat alat hanya dengan akal tanpa ada 2 faktor lainnya maka hanya keinginan dan angan-angan yang tercipta.
Maka dari itu, betapa dasyatnya ketika kita menggali ketiga potensi kita. Dimana dunia akan damai dan tentram. Maha Besar Allah yang telah emberikan ketiga potensi kita ini.
Dalam hal ini, ketiga potensi manusia yaitu, jasmani, rohani, dan akal sangatlah besar. Dimana kaetika salah satu tidak sejalan maka akan ada ketimpangan atau bencana yang akan terjadi.
Sebagai contoh ketika kita membuat suatu alat berteknologi tinggi. Kita sangatlah membutuhkan ketiga potensi tersebut. Jasmani kita butuhkan untuk mengopersikan pembuatan alat tersebut tetapi apabila tidak ada rohani dan akal maka hanya alat yang akan tak ernah tercipta sesuai dengan yang di harapkan bahkan tidak pernah terwujud.
Ketika kita membuat alat hanya dengan rohani maka niscaya hanya kekuatan aura yang ada tetapi tidak pernah juga terjwujud.
Ketika kita mebuat alat hanya dengan akal tanpa ada 2 faktor lainnya maka hanya keinginan dan angan-angan yang tercipta.
Maka dari itu, betapa dasyatnya ketika kita menggali ketiga potensi kita. Dimana dunia akan damai dan tentram. Maha Besar Allah yang telah emberikan ketiga potensi kita ini.
10
DAFTAR PUSTAKA
11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar